• Twitter
  • Technocrati
  • stumbleupon
  • flickr
  • digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

GHAZWUL FIKR (Perang Pemikiran)

0

Label: , ,

Reaksi: 


Indonesia adalah Negara yang memberikan kebebasan bagi rakyatnya untuk memilih agama sesuai dengan hati nuraninya. Akan tetapi, penduduk Indonesia dominan adalah muslim. Bahkan, Indonesia adalah Negara yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia saat ini.

Indonesia memiliki politik perekonomian Bebas dan Terbuka. Bebas artinya tidak ada sistem monopoli dagang tetapi sesuai dengan hokum yang berlaku. Terbuka artinya tidak hanya melakukan kegiatan perekonomian di dalam negeri saja, tetapi terbuka dengan Negara – Negara yang lain. Memang itu adlah politik yang baik, bahkan menguntungkan bagi penambahan Devisa Negara. Akan tetapi, ternyata dari politik tersebut malah banyak memberikan dampak negatif bagi masyarakat di Indonesia. Yang jelas terlihat adalah kemunduran pengusaha – pengusaha Domestik karena tersaingi oleh produk – produk luar negeri.
Akhirnya, merebaklah produk – produk yang berbau westernisasi di Indonesia. Seperti, makanan – makanan yang tidak jelas asal – usulnya, film – film barat, pakaian – pakaian yang samar di mata Fiqh Islam, dan lain sebagainya.
Sehingga banyak warga Negara Indonesia yang terpengaruh oleh budaya Barat. Salah satunya adalah adanya mode pakaian yang minim, tidak sesuai dengan ajaran Islam. Akan tetapi, pakaian – pakaian tersebut begitu mudah dipublikasikan serta diterima oleh masyarakat. Kemudian akhirnya malah menjadi kebiasaan sehari – hari untuk memakainya, yang tentunya mengumbar auratnya. Naudzubillah.
Contoh dalam aspek program televisi. Waktu – waktu ibadah bagi seorang muslim yang baik adalah waktu qabla dan ba’da perpindahan hari yaitu dari sore hari sampai malam awal, serta waktu fajar. Akan tetapi, pada saat – saat itulah banyak program televisi yang diminati oleh orang – orang, seperti pemutaran lagu, sinetron, dan program lainnya yang tidak berguna yang bias membuat kita menunda – nunda ibadah kita . Naudzubillah.
Program – program televisi zaman dahulu banyak menampilkan hal – hal yang positif dan berpendidikan. Tidak seperti sekarang, hal yang jelas – jelas dilarang dalam agama yaitu gossip saja, sudah lebih banyak jumlah programnya dibandingkan dengan program berita yang berisi fakta. Sedangkan gossip dalam Islam itu benar – benar diharamkan dan bagi setiap orang yang melakukannnya atau ikut campur atau mempercayainya akan dilaknat oleh Allah Swt. Naudzubillah.
Yang lebih parah lagi, pada saat malam Idul Fitri – yaitu malam yang begitu suci, karena di semua tempat dikumandangkan keagungan Allah, malah diadakan acara penampilan band – band Indonesia di tempat terbuka dengan tema ‘Takbiran”. Ironis sekali. Tidak sama sekali diajarkan oleh Rasulullah, ditambah pada waktu yang hukumnya wajib untuk kita mengumandangkan keagungan Allah. Naudzubillah.
Itulah sebagian kecil dari praktek Zionis untuk menghancurkan muslim Indonesia. Yaitu dengan Ghazwul Fikr atau Perang Pemikiran. Karena mereka tahu, apabila mereka melakukan perang secara fisik terhadap muslim Indonesia, mereka tidak akan menang karena muslim Indonesia itu bagaikan raksasa yang sedang tidur. Suatu saat akan bangkit, dan menjadi petarung yang hebat. Oleh sebab itu, Zionis mencoba untuk mempengaruhi pikiran raksasa tersebut saat dia tidur. Karena menurut psikologi, orang itu akan lebih mudah dipengaruhi oleh perkataan orang lain saat dia tertidur.
Ini bukanlah suatu persepsi atau pendapat atau opini, akan tetapi ini adalah suatu kenyataan yang ada di sekitar kita, bahwa teman – teman kita, bahkan mungkin diri kita, telah terpengaruh oleh perang pemikiran ini. Karena memang, westernisasi adalah alat yang paling cocok untuk memerangi Indonesia.
Semua itu di sebabkan rakyat Indonesia yang mudah untuk terpengaruh oleh globalisasi dan budaya lain apalagi budaya kebaratan. Terlebih lagi, budaya kebaratan itu mengajak untuk melakukan hal – hal yang (maaf) cocok dengan hawa nafsu kita. Seperti, menunda- nunda ibadah, malas berpikiran kritis terhadap agama tetapi fanatik terhadap pemerintahan sehingga menimbulkan perpecahan, kemudian budaya pacaran, banyak mendengarkan lagu – lagu percintaan, mengenakan pakaian – pakaian yang serasa easy – looking padahal mengumbar aurat, kebebasan dalam berinteraksi antara ikhwan dan akhwat, banyak makan dan banyak berbicara yang tidak penting, bergadang bukan untuk beribadah, dan lain sebagainya.
Ghazwul Fikr tercipta oleh seorang Zionis, Samuel Zwemer dalam Konferensi Al-Quds untuk Para Pastor pada tahun 1935 membuar strategi, “ Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang – orang Islam dari agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi, menjauhkan mereka dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga mereka menjadi orang – orang yang putus hubungan dengan Allah, dan sesama muslimin saling bermusuhan, menjadi terpecah belah, dan jauh dari persatuan”.
Ghazwul Fikr berasal dari kata ghazw (perang) dan al-fikr (pikiran), yang secara harfiah dapat diartikan “Perang Pemikiran”.
Ghazwul Fikr adalah metode memerangi suatu kaum muslim dengan cara mempengaruhi jalan pikiran, paradigm, dan pemahaman terhadap kepercayaan terhadap Islam dengan menjauhkan para muslimin dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Perang Pemikiran merupakan cara perang yang ditakutkan oleh muslimin, karena yang diperangi bukanlah fisik, melainkan pikiran tiap individu.
Jika pikiran individu seorang muslim telah terpengaruh oleh ajaran Zionis, maka Islam akan lemah. Apalagi para Zionis itu mengincar para remaja muslim, para penerus bangsa, orang – orang yang memiliki semangat. Jika para remaja muslim sudah terpengaruh, maka hancurlah fondasi Islam. Ketahuilah, jika suatu fondasi roboh, maka hancurlah bangunannya.
Ghazwul Fikr memiliki berbagai macam bentuk, diantaranya:
a.       Perusakan Akhlaq
Diantara bentuk perusakan itu adalah lewat majalah – majalah, program televise, serta musik. Dalam media – media tersebut selalu saja disuguhkan penampilan tokoh – tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas – jelas jauh dari nilai – nilai Islam. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup, dan ucapan – ucapan yang mereka lontarkan. Dengan cara itu, mereka telah berhasil membuat idola – idola baru yang gaya hidupnya jauh dari adab Islam. Hasilnya betul – betul luar biasa, banyak generasi muda kita yang tergiur dan mengidolakan mereka. Naudzubillah !!!

b.      Perusakan Pola Pikir
Seringkali mereka memojokkan posisi kaum muslimin tanpa alasan yang jelas. Mereka selalu memakai kata – kata; teroris, fundamentalis untuk mengatakan para pejuang kaum muslimin yang gigih mempertahankan kemerdekaan negeri mereka dari penguasaan penjajah yang zhalim dan melampaui batas. Sementara itudi sisi lain mereka mendiamkan setiap aksi para perusak, penindas, serta penjajah yang sejalan dengan mereka, seperti Israel, Atheis Rusia, Fundamentalis Hindu India, Serbis, serta yang lainnya. Apa- apa yang sampai kepada kaum muslimin di negeri – negeri lain adalah sesuatu yang benar – benar jauh dari realitas. Bahkan, sengaja diputarbalikkan dari kenyataan yang sesungguhnya.

c.       Sekularisasi Pendidikan
Hampir di seluruh negeri Muslim telah berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari niai – nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi – generasi terdidik yang jauh dari agamanya. Sekolah macam inilah yang mereka dirikan di bumi Islam pada masa imperialism (penjajahan), untuk menghancurkan Islam dari dalam tubuhnya sendiri.

d.      Pemurtadan
Ini adalah program yang paling jelas kita saksikan. Secara terang – terangan orang – orang non muslim menawarkan “bantuan” ekonomi, mulai dari bahan makanan, rumah, jabatan, sekolah, dan lainnya untuk menggoyahkan iman orang – orang Islam.


Ghazwul Fikr tidak seperti menghipnotis seseoran secara langsung memepengaruhi, akan tetapi melalui media perantara 4F dan 4S, yaitu:
a.       Food atau Makanan
b.      Fun atau Kesenangan
c.       Fashion atau Pakaian
d.      Free Sex atau Seks Bebas
e.       Song atau Lagu/Musik
f.       Sport atau Olah Raga
g.      Shopping atau konsumerisme
h.      Sciences atau Ilmu Pengetahuan

Dalam perang pemikiran, metoda perang yang saat ini baru diketahui adalah:

a.       Membius pandangan mata. Banyak disuguhkan wanita – wanita calon penghuni neraka dari kalangan artis dan pelacur. Mereka menjadikan ruang redaksi bagaikan rumah bordil yang menggelar zina mata massal.
b.      Pameran Aurat. Saluran televisi berlomba – lomba menyajikan artis –artis, baik dengan pakaian biasa, ketat, pakaian renang, sampai yang telanjang. Penonton diajak untuk tidak punya rasa malu, hilang iman, mengikuti panggilan nafsu, dan menghidupkan dunia mimpi.
c.       Membudayakan Ikhtilat. Sekumpulan laki – laki dan wanita yang bukan muhrim, biasa bergumul jadi satu tanpa batas. Tayangan semacam ini tak ubahnya membuka transaksi zina.
d.      Membudayakan Khalwat. Kisah – kisah percintaan bertebaran di berbagai acara. Frekuensi suguhan kisah – kisah pacaran dan kencan makin melegitimasi budaya Khalwat.
e.       Membudayakan Tabarruj. Banyak pelaku di layar kaca yang mempertontonkan bagian tubuhnya yang seharusnya ditutupi, untuk dinikmati para pemirsa.
f.       Mengalunkan nyanyian dan musik syetan. Televisi banyak menyiarkan bait syair lagu berupa mantera zina yang diiringi alunan alat musik syetan.
g.      Menyemarakkan zina. Sajian dari luar negeri maupun lokal yang banyak menyertakan adegan peluk, cium, dan ranjang, membuktikan bahwa televisi adalah corong zina. Aksi zina yang menyeluruh, baik zina mata, telinga, hati, lidah, tangan, kaki, dan kemaluan.
h.      Mempromosikan liwath (homoseksual). Para artis dan selebritis yang mengidap penyakit homoseks dijadikan contoh gaya hidup modern dan high class. Kaum homo makin bebas berkeliaran dengan berlindung di bawah paying HAM.
i.        Menebarkan Syirik. Televisi banyak mengekspos praktik pedukunan, mistik, ramalan, dan sihir yang dapat menghancurkan aqidah ummat.
j.        Tenggelam dalam Laghwun. Acara – acara yang tidak ada manfaatnya banyak disuguhkan untuk pemirsa, misalnya gunjingan tentang kehidupan pribadi selebriti dan humor yang berlebihan, sehingga lupa mengerjakan hal – hal yang justru penting seperti dzikir kepada Allah Swt.

Created By : Muchtar Family (Tio Reza Muchtar)

THE END

Comments (0)

Posting Komentar

Social Media

  • Subscribe via email

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Techno 4 U