• Twitter
  • Technocrati
  • stumbleupon
  • flickr
  • digg
  • youtube
  • facebook

Follow our Network

Pengertian Kebisingan

0

Label: ,

Reaksi: 


Kebisingan didefinisikan sebagai "suara yang tak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dsb, atau yang menyebabkan rasa sakit atau yang menghalangi gaya hidup. (JIS Z 8106 [IEC60050-801] kosa kata elektro- teknik Internasional Bab 801: Akustikal dan elektroakustik)". 

Diantara pencemaran lingkungan yang lain, pencemaran/polusi kebisingan dianggap istimewa dalam hal :
[1] Penilaian pribadi dan penilaian subyektif sangat menentukan untuk mengenali suara
sebagai pencemaran kebisingan atau tidak, dan
[2] Kerusakannya setempat dan sporadis dibandingkan dengan pencemaran air dan
pencemaran udara (Bising pesawat udara merupakan pengecualian).
Mengenai karakteristik [1] di atas, ada masalah mengenai bagaimana menempatkan kebisingan antara tingkat penilaian subjektif seorang individu yang menangkapnya sebagai "kebisingan" dan tingkat fisik yang dapat diukur secara obyektif. Dengan karakteristik [2], tidak ada perbedaan jelas antara siapa agresornya dan siapa korbannya, sebagaimana yang sering terjadi ada korban-korban dari kebisingan akibat piano dan karaoke. Meskipun jumlah keluhan yang terdaftar di kota- kota besar selama beberapa tahun terakhir ini telah berkurang, kebisingan masih merupakan bagian besar dari keluhan-keluhan masyarakat
            Ada 2 hal yang menentukan kualitas suatu bunyi, yaitu frekuensi dan
intensitasnya. Frekuensi dinyatakan dalam jumlah getaran per detik (Hertz, Hz),
telinga manusia mampu mendengar frekuensi antara 16-20.000 Hz. Intensitas atau arus energi per satuan luas biasanya dinyatakan dalam suatu logaritmis yang disebut desibel (dB).
            Sumber kebisingan dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam :
1. Mesin Kebisingan yang ditimbulkan akibat aktifitas mesin.
2. Vibrasi
            Kebisingan yang ditimbulkan akibatgetaran dari aktifitas peralatan kerja. 3.Pressure-
reducing valve (pergerakan udara, gas dan cairan).  Kebisingan yang ditimbulkan akibatpergerakan dari udara, gas, liquid / cairan dalam kegiatan proses kerja industri (Sjahrul M. Nasri, 1997 : 10).
            Jenis-jenis kebisingan yang sering ditemukan adalah sebagai berikut :
1.Kebisingan yang kontinyu dengan spektrum frekuensi yang luas (steady state,
wide band noise),misalnya mesin-mesin, kipas angin, dapur pijar, dll.
2.Kebisingan yang kontinu dengan spektrum frekuensi sempit (steady state,
narrow band noise), misalnya gergaji sirkuler, katup gas, dll.
3.Kebisingan terputus-putus (intermittent), misalnya lalu lintas, suara kapal
terbang di lapangan udara.
4.Kebisingan impulsif (impact of impulsive noise), seperti pukulan tukul, tembakan bedil atau meriam, ledakan.
5.Kebisingan impulsif berulang, misalnya mesin tempa di perusahaan (Suma’mur P. K, 1996 : 58).

            Nilai Ambang Batas (NAB)kebisingan adalah intensitas kebisingan
dimana manusia masih sanggup menerima tanpa menunjukkan gejala sakit akibat
bising, atau seseorang tidak menunjukkan kelainan pada pemaparan atau
pemajanan kebisingan tersebut dalam waktu 8 jam per hari atau 40 jam per
minggu (A.M. Sugeng Budiono, 1992 : 295). NAB untukkebisingan di tempat
kerja adalah 85 dB(A) artinya tenaga kerja akan tetap aman bila terpapar
kebisingan pada 85 dB(A) selama 8 jam per hari dan 40 jam seminggu

1.5 Pengaruh/Akibat-akibat dari Kebisingan
Menurut definisi kebisingan 1.1, apabila suatu suara mengganggu orang yang sedang membaca atau mendengarkan musik, maka suara itu adalah kebisingan bagi orang itu meskipun orang-orang lain mungkin tidak terganggu oleh suara tersebut. Meskipun pengaruh suara banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan emosional, ada kasus-kasus di mana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran terjadi karena tingginya tingkat kenyaringan suara pada tingkat tekanan suara berbobot A atau karena lamanya telinga terpasang terhadap kebisingan tsb
Pengaruh Kebisingan di Tempat Kerja
Kebisingan adalah bunyi-bunyian yang tidak dikehendaki oleh telinga kita. Tidak  dikehendaki, karena dalam jangka panjang bunyi-bunyian tersebut dapat merusak pendengaran, mengganggu ketenangan bekerja, dan dapat menimbulkan kesalahan komunikasi, bahkan menurut penyelidikan,kebisingan yang serius bisa menyebabkan kematian.
Ada tiga aspek yang menentukan kwalitas suatu bunyi yang bisa menentukan tingkat gangguanter hadap manusia, yaitu : lama, intensitas, dan frekuensinya. Makin lama telinga kita mendengarkebisingan makin buruk akibatnya bagi kita, diantaranya pendengaran yang makin berkurang.
            Kebisingan diatas batas-batas normal (85 dB; decibel = satuan kepekaan suara) perlu disisihkandari tempat-tempat kerja guna mencegah kemerosotan syaraf  karyawan, mengurangi keletihan mental, dan meningkatkan moral kerja.
            Pengendalian atas kebisingan dan getaran yang biasa adalah sebagai berikut :
- Bagian-bagian bergerakdari seluruh mesin, perlengkapan, dan peralatan harus senantiasa diberi minyak         pelumas dan gemuk.
- Cegah penggunaan mesin-mesin yang menimbulkan kebisingan diatas 95 dB.
- Pergunakan peredam getaran seperti tegel akustik, karet, dan barang-barang lain
  yang sejenis. 

Sumber : Google

Comments (0)

Poskan Komentar

Social Media

  • Subscribe via email

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner

    Techno 4 U